a) Fase Kelahiran dan Masa Kandungan (Wiwitan)
Fase ini berpusat pada permohonan keselamatan dan kesehatan janin, ibu, serta penyambutan kelahiran.
1. Tingkeban /Mitoni : Upacara saat usia kehamilan mencapai tujuh bulan (7 selapan). Tujuannya memohon keselamatan bagi ibu dan janin, serta membersihkan diri secara lahir batin.
2. Brokohan : Upacara selamatan yang dilakukan segera setelah bayi lahir. Tujuannya mengumumkan kelahiran dan memohon keselamatan bagi bayi, seringkali melibatkan pembagian sego brokohan (nasi berkat).
3. Pusar Lepas : Upacara saat tali pusar bayi putus. Talinya disimpan, dan diadakan selamatan kecil.
4. Selapanan : Selamatan yang dilakukan setiap 35 hari sekali (satu selapan) sejak kelahiran hingga bayi berusia 210 hari (weton ke-6).
5. Sepasaran : Selamatan yang diadakan setelah bayi berusia 5 hari (pasaran), seringkali diikuti dengan pemberian nama.
b) Fase Pertumbuhan dan Kedewasaan (Madya)
Fase ini menandai transisi dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan dan pembentukan rumah tangga.
1. Tedhak Siten : Upacara turun tanah, saat bayi berusia 7 lapan (sekitar 7-8 bulan) dan pertama kali menginjakkan kaki di tanah. Melambangkan kesiapan anak menghadapi kehidupan.
2. Khitanan Sunatan : Ritual wajib bagi anak laki-laki sebagai penanda memasuki akil balig dan kesiapan menjadi pria dewasa secara fisik dan spiritual.
3. Tembok : Upacara yang berhubungan dengan pendidikan, seperti saat anak mulai mengaji atau memasuki bangku sekolah.
4. Perkawinan (Panggih) : Rangkaian upacara yang sangat panjang, dimulai dari lamaran hingga resepsi. Puncaknya adalah upacara panggih (pertemuan pengantin), melambangkan bersatunya dua keluarga dan awal kehidupan baru.
c) Fase Kematian (Pungkasan)
Fase ini berpusat pada penghormatan terhadap jenazah, proses pemakaman, dan doa-doa untuk arwah yang telah meninggal.
1. Layatan : Proses merawat jenazah dan penghormatan terakhir sebelum dimakamkan.
2. Ngaturi : Upacara selamatan yang dilakukan pada hari-hari tertentu setelah kematian: 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, Pendhak I (satu tahun), Pendhak II (dua tahun), dan Nyewu (1000 hari).
3. Tahlilan : Ritual pembacaan doa-doa (Tahlil) dan selamatan yang menyertai upacara Ngaturi di atas, ditujukan untuk arwah yang meninggal.
