PRESS RELEASE PROGRAM TEMA
PELATIHAN PEMBUATAN ECOPRINT DENGAN TEKNIK POUNDING
KKN-PPM UGM PERIODE 2 TAHUN 2022
TEMPEL – YO-060
PENANGGUNG JAWAB : PATRICIA G. A. P.
Pada hari Minggu, 31 Juli 2022 telah dilaksanakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan ecoprint dengan teknik pounding di Rumah Pak Dukuh Padukuhan Banjarharjo, Kalurahan Pondokrejo. Kegiatan ini merupakan salah satu program tema yang kedua, yaitu “Pengelolaan Lingkungan dan Sampah” dari tim KKN-PPM UGM Periode 2 Tahun 2022 Tempel (YO-060).
Sosialisasi dan pelatihan pembuatan ecoprint ini merupakan sebuah kegiatan independen yang dilaksanakan oleh tim KKN-PPM UGM. Peserta yang ikut serta dalam kegiatan ini adalah 12 pemudi anggota Karang Taruna di Padukuhan Banjarharjo. Acara sosialisasi dan pelatihan ini dibagi menjadi dua kegiatan, yaitu pemaparan materi mengenai ecoprint serta praktik pembuatan ecoprint dengan teknik pounding.
Pemaparan materi berisi penjelasan mengenai ecoprint. Ecoprint adalah sebuah teknik mencetak suatu motif pada media cetak (umumnya kain) dengan pewarnaan alami dari bagian-bagian tanaman seperti daun, bunga, dan batang yang mengandung pigmen warna. Dijelaskan pula cara-cara memilih kain dan tanaman untuk ecoprint. Cara memilih kain adalah dengan menggunakan kain yang berbahan dasar protein seperti wol dan sutra dan menghindari kain yang mengandung banyak selulosa seperti katun dan linen. Dijelaskan pula bahwa lebih baik menggunakan kain dari serat alam karena akan lebih mudah untuk menyerap warna.
Materi selanjutnya adalah mengenai tips memilih tanaman dengan melakukan tiga pengujian sederhana, yaitu pengujian warna, aroma, serta pengujian dengan air. Pengujian warna dilakukan dengan menggosokkan tanaman pada kain. Tanaman dapat digunakan jika meninggalkan noda warna pada kain. Pengujian aroma dilakukan dengan membaui tanaman. Tanaman yang beraroma tajam berarti berpotensi untuk digunakan dalam ecoprint. Sementara itu, pengujian dengan air dilakukan dengan merebus atau merendam tanaman dalam air. Air yang berubah warna menandakan tanaman dapat digunakan untuk ecoprint.
Setelah sesi pematerian selesai, peserta diarahkan ke teras rumah untuk mengikuti sesi praktik. Setiap peserta diberikan satu kain mori sebagai media serta diperkenankan memilih daun yang akan dibuat pola dan dicetak. Daun yang disediakan berjenis daun jati yang menghasilkan warna merah dan daun jambu kluthuk yang menghasilkan warna hijau. Kedua jenis daun tersebut sebelumnya telah direndam dengan larutan cuka agar warna nantinya keluar di atas kain dengan maksimal. Telah disediakan pula beberapa palu yang digunakan untuk mencetak pola ecoprint dengan teknik pounding yang digunakan secara bergantian. Setelah selesai, sisa-sisa daun yang masih menempel tersebut dibuang dan kain dibiarkan kering sebelum dibawa pulang oleh para peserta. Pada akhir acara, PIC mengingatkan para peserta untuk melakukan fiksasi dengan larutan tawas sebelum kain dapat dicuci agar warna tidak luntur [PATRICIA].
