Petilasan di Kalurahan Pondokrejo

    Petilasan Raden Ontang Anting, Jolodoro Kyal Maudoro (Dusun dukuh) Makam yang berasal dari trah Keraton Yogyakarta, menjadi asal muasal Padukuhan Dukuh. Petilasan Roudoh (Dusun Jenengan) Makam yang berasal dari trah Keraton Yogyakarta, menjadi asal muasal Padukuhan Jenengan. Petilasan Syekh Ismail Marjuki (Dusun Jlapan) Makam yang berasal dari trah Keraton Yogyakarta, menjadi asal muasal Padukuhan Jlapan….

    Read More

      Kuliner

      Potensi kuliner di Kalurahan Pondokrejo sangat tinggi, didominasi oleh produk makanan olahan hasil pertanian dan pangan lokal. Olahan Kedelai : Tahu & Tempe lokasi: Ngentak, Plotengan, Karanglo, Dukuh, Jlapan, Banjarharjo, Glagahombo Camilan Tradisional : Emping (Melinjo/Jagung), Slondok, Rempeyek, Enting-enting lokasi: Plotengan, Karanglo, Jlapan, Watupecah Makanan Jadi: Gudeg, Bebek Bacem, Pepes Ikan lokasi: Dukuh, Banjarharjo Minuman/Dessert…

      Read More

        Kerajinan

        Ngentak :Batu (Nisan/Prasasti) & Payung contoh : Payung Junadah, Batu Nisan/Grafir Plotengan : Anyaman (Bambu/Mendong) & Ukir contoh : Keranjang Bambu, Kloso Mendong, Ukir Gebyok Karangio : Anyaman & Dekorasi contoh : Kerajinan Tikar, Lampu Hias Jlapan/Banjarharjo/Glagahombo : Pengolahan Bambu & Sablon contoh : Kurunggan Ayam (kandang). Sablon Kaos/Plastik Watupecah/Jenengan : Anyaman & Patung Batu…

        Read More

          Pengobatan Tradisional

          Pengobatan Tradisional Kearifan lokal dalam pengobatan masih lestari sebagai pelengkap pengobatan modern: Jamu Gendong: Ramuan herbal tradisional (Kunyit Asam, Beras Kencur) untuk pemeliharaan kesehatan. Pijat Tradisional: Urut untuk keseleo ringan dan pengobatan khusus seperti Sangkal Putung (patah tulang/dislokasi). Bekam (Hijamah): Praktik mengeluarkan darah kotor. Pengobatan Spiritual: Penggunaan doa atau air ruqyah untuk penyakit non-medis. Pijat…

          Read More

            Bahasa dan Sastra Kalurahan Pondokrejo

            a) Penggunaan Bahasa Jawa Dialek: Menggunakan Bahasa Jawa Dialek Yogyakarta (Mataraman) yang halus. Unggah-Ungguh Basa: Menjunjung tinggi tata krama berbahasa (penggunaan Ngoko dan Krama/Krama Inggil). Penggunaan Formal: Setiap hari Kamis Pon, kegiatan rapat Kalurahan menggunakan Bahasa Jawa Krama Alus. b) Sastra dan Seni Bahasa Sastra Lisan: Hidup subur melalui Sholawat Pitutur dan Tembang (Macapat atau…

            Read More

              Bregodo (Seni Keprajuritan)

              Bregodo atau Bergada adalah seni baris-berbaris yang meniru formasi dan tata cara prajurit Keraton Yogyakarta. Di tingkat desa, kesenian ini dikenal sebagai Bergada Rakyat. Karakteristik Utama: Kostum: Para prajurit mengenakan seragam khas dengan warna dominan tertentu (merah, hitam, hijau, atau lurik), lengkap dengan tutup kepala (seperti songkok atau blangkon) dan atribut militer tradisional. Senjata: Setiap…

              Read More

                Sholawat Pitutur

                Sholawat Pitutur adalah genre selawat yang sangat populer di kalangan masyarakat Jawa karena muatan lokalnya yang kental. Pengertian: Sesuai namanya, kesenian ini menggabungkan Sholawat (pujian/doa kepada Nabi) dengan Pitutur (bahasa Jawa: nasihat/petuah). Jadi, Sholawat Pitutur adalah lantunan puji-pujian kepada Nabi yang disisipkan pesan-pesan moral dan petunjuk hidup menggunakan bahasa Jawa. Ciri Khas: Lirik: Meskipun inti…

                Read More

                  Seni Pertunjukan Kubro Siswo

                  Kubro Siswo merupakan kesenian unik yang memadukan seni tari keprajuritan dengan sylar Islam dan semangat perjuangan. Makna Filosofis: Kubro (dari bahasa Arab Kubro) berarti “Besar” atau “Agung”. Siswo berarti “Murid” atau “Siswa”. Secara terminologis, Kubro Siswo diartikan sebagai “Murid-murid yang memiliki pengabdian besar kepada Tuhan” atau “Siswa yang menjunjung kebesaran Tuhan”. Kesenian ini mengajarkan bahwa…

                  Read More