Seni Pertunjukan Tari Badui (Gagrak Sleman)

    Tari Badui (Gagrak Sleman) adalah Tari Badui yang berkembang di wilayah Sleman, termasuk di Pondokrejo, adalah jenis tarian rakyat bernapaskan Islam. a) Sejarah dan Asal Usul: Nama “Badui” dalam konteks ini merupakan adaptasi dari kesenian Arab (Badawi). Tarian ini konon dibawa oleh para pedagang atau ulama yang pernah bermukim di Tanah Arab, yang kemudian berakulturasi…

    Read More

      Seni Pertunjukan Hadroh

      Hadroh adalah seni musik bernapaskan Islam yang menonjolkan permainan alat musik perkusi. Pengertian :  Secara Etimologi: Kata Hadroh berasal dari bahasa Arab yang berarti “kehadiran” atau “berada di hadapan”. Dalam konteks spiritual, istilah ini dimaknai sebagai upaya menghadirkan suasana ilahi serta mengharapkan syafaat dan kehadiran spiritual Nabi Muhammad SAW melalui lantunan puji-pujian. Secara Terminologi: Hadroh…

      Read More

        Seni Pertunjukan Jathilan

        Jathilan adalah seni pertunjukan tradisional Jawa yang memadukan unsur gerak tari dengan dimensi ritual magis atau spiritual. Asal Usul Nama: Secara etimologis, istilah Jathilan dipercaya berasal dari ungkapan bahasa Jawa, “Jarane jan thil-thillan tenan”, yang bermakna “kudanya benar-benar bergerak tak beraturan”. Ungkapan ini merujuk pada gerakan para penari yang dinamis, terutama saat mereka memasuki fase…

        Read More

          Upacara Adat Pernikahan

          Upacara pernikahan Jawa di Pondokrejo merupakan perpaduan antara adat Jawa murni dengan nilai-nilai agama Islam, dan dibagi menjadi tiga tahap utama: Pra-Nikah, Inti, dan Pasca-Nikah. a) Tahap Pra-Nikah Fase ini berfokus pada persiapan spiritual, membersihkan diri, dan memohon restu leluhur. 1. Lamaran & Peningset Pihak calon pengantin pria mendatangi keluarga wanita untuk melamar secara resmi…

          Read More

            Upacara Tradisi Daur Hidup

            a) Fase Kelahiran dan Masa Kandungan (Wiwitan) Fase ini berpusat pada permohonan keselamatan dan kesehatan janin, ibu, serta penyambutan kelahiran. 1. Tingkeban /Mitoni : Upacara saat usia kehamilan mencapai tujuh bulan (7 selapan). Tujuannya memohon keselamatan bagi ibu dan janin, serta membersihkan diri secara lahir batin. 2. Brokohan : Upacara selamatan yang dilakukan segera setelah…

            Read More

              Tradisi Wiwitan

              Wiwitan adalah ritual adat agraris yang dilakukan petani Jawa sebelum memulai panen padi. Istilah ini berasal dari kata wiwit yang berarti “memulai” atau “mengawali”. Mengingat wilayah Kalurahan Pondokrejo di Kapanewon Tempel memiliki lahan persawahan yang subur, tradisi ini masih dilestarikan oleh kelompok tani sebagai bentuk kearifan lokal menjaga keseimbangan ekosistem. a) Makna dan Filosofi Wujud…

              Read More

                Pakaian Adat Kalurahan Pondokrejo

                Pakalan adat Yogyakarta (Busana Adat Jawa Gagrak Ngayogyakarta Hadiningrat) merupakan simbol dari tata krama, filosofi hidup, dan status sosial masyarakat Jawa. Di Kalurahan Pondokrejo, pakalan adat Jawa bukan sekadar pajangan. la adalah pakalan hidup yang menjadi saksi abadi setiap momen-dari Merti Dusun dan pernikahan hingga acara resmi kalurahan. Semangat ini selaras dengan kebijakan DIY, di…

                Read More

                  Tradisi Nyadran

                  Nyadran adalah rangkaian upacara adat masyarakat Jawa yang dilaksanakan pada bulan Syaban (bulan Jawa: Ruwah), yakni bulan yang mendahului datangnya bulan suci Ramadan. Tradisi ini merupakan bentuk akulturasi antara budaya lama dengan nilai-nilai Islam, menjadikannya ritual penghormatan leluhur sekaligus sarana penyucian diri. a) Makna dan Tujuan Kata Nyadran berasal dari kata Sanskerta sraddha yang berarti…

                  Read More

                    Merti Dusun dan Merti Kalurahan Pondokrejo

                    Tradisi Syukur, Pembersihan, dan Solidaritas Merti Dusun, atau sering disebut Bersih Dusun, adalah upacara adat tahunan yang berkembang di kalangan masyarakat agraris Jawa. Tradisi Ini merupakan salah satu manifestasi utama Warisan Budaya Takbenda (WBTB) yang masih dijaga kelestariannya di Kalurahan Pondokrejo. a) Makna dan Filosofi Secara etimologi, kata merti (bahasa Jawa) berarti memelihara, merawat, atau…

                    Read More

                      PETILASAN WATUPECAH

                      Watupecah merupakan salah satu nama dusun di Desa Pondokrejo. Asal nama dusun ini berasal dari ikon yang berada di dusun ini yaitu terdapatnya suatu batu yang terbelah di dusun ini. Batu ini diyakini merupakan batu dari hasil letusan Gunung Merapi pada tahun 1006 M yang terbawa sampai ke dusun ini. Batu itu berukuran cukup besar…

                      Read More